Dituturkan F (30), salah satu investor, kepada detikbandung, Senin (11/6/2012), kasus ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Bandung pada Januari 2011 silam, namun hingga kini belum ada perkembangan apa-apa.
"Awalnya saat saya melapor, bilangnya tunggu 1 atau 3 bulan lagi. Katanya sih lagi banyak kasus yang ditangani. Tapi sampai setahun ini, tidak ada kabar sama sekali dari polisi," ujar F.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dan dua saudara saya investasi. Besarnya sekitar 250 juta," ujarnya. Ia mengaku mengenal investasi ini dari kakaknya. "Saat ajak saya, kakak saya belum satu tahun investasi di PT Click Production. Awalnya lancar. Kalau saya mulai investasi November 2009, dan mulai macet pada bulan keempat saya investasi, sekitar Februari 2010," tutur F.
Saat didatangi rumahnya di kawasan Cimahi, Soelistiyanto mengaku uangnya dibawa lari orang kepercayaannya saat akan kerjama membuat iklan dengan PT LG. "Kami tidak percaya, karena alasannya terkesan dibuat-buat," ujarnya.
Setiap kali didesak untuk mengembalikan dana yang diinvestasikan, Soelistiyanto, selalu berkelit. "Sudah ribuan kali ia berjanji membayar, tetapi tidak pernah ditepati. Pernah kasih cek, ternyata saat ke bank, itu cek kosong," kisah F.
Menurut F, korban Soelistiyanto jumlahnya banyak bisa mencapai ratusan. Korbannya banyak yang aktif di kegiatan masjid. "Sulis sangat cerdas membangun imej di lingkungan masjid dengan cara memberikan pengajaran Islam salah satunya kepada anak-anak kecil. Sehingga ketika dia menawarkan investasi, orang langsung percaya," katanya.
Lebih lanjut F mengatakan dari kontrak kerjasama yang dibuat, banyak kejanggalan. Salah satunya nama investor tidak disebutkan jelas. Selain itu tidak ada SIUP. "Itu baru saya sadari setelah kasus ini terjadi. Dulu karena atas dasar percaya, enggak baca-baca dulu. Saat kontrak kan yang dijanjikan soal keuntungan besar," tuturnya.
Pantauan detikbandung, soal dugaan penipuan oleh Soelistiyanto juga dibahas di beberapa forum. Foto Sulis dipampang dengan tulisan 'awas penipu'. "Memang banyak korbannya, dan kayanya bukan saya saja yang melapor. Banyak korban lainnya yang juga melapor di wilayah yang lain," katanya.
(ern/ern)










































