Heryawan: Novel tak Layak Baca Harus Ditarik

Heryawan: Novel tak Layak Baca Harus Ditarik

Oris Riswan Budiana - detikNews
Senin, 11 Jun 2012 13:55 WIB
Heryawan: Novel tak Layak Baca Harus Ditarik
Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta novel tak layak baca yang ditemukan di perpustakaan SD segera ditarik agar tak dibaca para siswa. Sebab buku itu dinilai tak pantas dibaca semua siswa, tak hanya siswa SD.

"Ya harus ditarik buru-buru. Harus ditelusuri siapa yang buat buku tersebut sehingga bisa disebar di perpustakaan SD," kata Heryawan saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (11/6/2012).

Ia membenarkan pernyataan Kadisdik Jabar Wahyudin Zarkasyi bahwa tidak ada Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Jabar yang dikhususkan untuk pengadaan buku, terutama novel yang dinilai tidak layak dibaca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyudin sendiri setuju jika novel itu ditarik dari perpustakaan SD. "Setuju (ditarik) dong kalau enggak cocok buat anak-anak," tegasnya.

Disinggung apakah Disdik akan menginstruksikan stafnya untuk menarik novel tersebut, Wahyudin mengaku tidak bisa melakukannya. Sebab itu bukan kewenangan Disdik Jabar, apalagi novel itu tidak disebarkan oleh dinasnya.

Menurutnya, pihak yang berwenang menarik novel itu adalah tim pengembang kurikulum yang ada di kabupaten dan kota.

"Kalau kata tim pengembang kurikulum enggak cocok buku itu ada di sekolah dan harus ditarik, ya ditarik. Tapi bukan oleh kepala dinas," jelasnya.

Disinggung apakah sudah membaca buku tersebut, ia mengaku belum. "Saya belum baca bukunya, nanti saya cari," tandasnya.

Novel kategori dewasa yang dinilai tidak layak dibaca anak-anak, ditemukan di perpustakaan SD Cempaka Arum Bandung. Dua novel yang ditemukan berjudul 'Tambelo, Kembalinya Si Burung Camar' yang diterbitkan PT Era Adicitra Intermedia, dan 'Tidak Hilang Sebuah Nama' terbitan PT Era Adicitra Intermedia.

Ini dia beberapa penggalan kalimat yang dinilai tidak layak dibaca:

Penggalan buku di novel 'Tambelo'
Hal 63
'ok, aku katakan saja, bahwa aku telah melakukan hubungan yang serius dengan roni di dalam hutan. Kami telah berhubungan badan sehingga kini di perutku ini ada darah daging roni yang harus dia pertanggungjawabkan'

'Tidak Hilang Sebuah Nama'
Hal 56
Paedophilia dan necrophilia juga bisa dikategorikan gangguan penyimpangan seksual. Penderitaan paedophilia akan merasa puas bila melakukan hubungan seksual dengan anak-anak, sedangkan necrophilia adalah orang meninggal'.

hal 57
'kurang percaya diri ketika ia akan melakukan hubungan seksual dengan sesamanya-orang-orang normal-merupakan salah satu penyebabnya. Bagaimanapun, sebagai manusia, ia butuh melampiaskan kebutuhan biologisnya. Dan bagi lelaku umumnya, ada mekanisme mimpi yg bermanfaat untuk menekan hasrat itu. Tapi bagi sebagian orang, itu saja tidak cukup'.

(orb/ern)


Berita Terkait