Fortusis Desak Novel tak Layak Baca Cepat Ditarik

Fortusis Desak Novel tak Layak Baca Cepat Ditarik

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 11 Jun 2012 10:58 WIB
Bandung -

Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung menyesalkan beredarnya buku novel tidak layak baca yang berada di perpustakaan SD Cempaka Arum. Secepatnya novel itu harus ditarik dari peredaran.

"Kami sangat prihatin kenapa novel itu ada di sekolah. Harus cepat dicabut atau ditarik. Pihak terkait jangan membiarkan saja," jelas Ketua Fortusis Kota Bandung, Dwi Subawanto, saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Senin (11/6/2012).

Dwi geram kehadiran novel kategori dewasa yang bebas masuk ke sekolah. Ia pun miris lantaran buku itu merupakan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Jabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbicara kebebasan seks belum waktunya buat anak SD. Maka itu, Fortusis tentu protes adanya novel tidak layak baca buat kalangan pelajar," ucap Dwi.

Novel kategori dewasa yang dinilai tidak layak dibaca anak-anak, ditemukan di perpustakaan SD Cempaka Arum Bandung. Dua novel yang ditemukan berjudul 'Tambelo, Kembalinya Si Burung Camar' yang diterbitkan PT Era Adicitra Intermedia, dan 'Tidak Hilang Sebuah Nama' terbitan PT Era Adicitra Intermedia.

Ini dia beberapa penggalan kalimat yang dinilai tidak layak dibaca:

Penggalan buku di novel 'Tambelo'
Hal 63
'ok, aku katakan saja, bahwa aku telah melakukan hubungan yang serius dengan roni di dalam hutan. Kami telah berhubungan badan sehingga kini di perutku ini ada darah daging roni yang harus dia pertanggungjawabkan'

'Tidak Hilang Sebuah Nama'
Hal 56
Paedophilia dan necrophilia juga bisa dikategorikan gangguan penyimpangan seksual. Penderitaan paedophilia akan merasa puas bila melakukan hubungan seksual dengan anak-anak, sedangkan necrophilia adalah orang meninggal'.

hal 57
'kurang percaya diri ketika ia akan melakukan hubungan seksual dengan sesamanya-orang-orang normal-merupakan salah satu penyebabnya. Bagaimanapun, sebagai manusia, ia butuh melampiaskan kebutuhan biologisnya. Dan bagi lelaku umumnya, ada mekanisme mimpi yg bermanfaat untuk menekan hasrat itu. Tapi bagi sebagian orang, itu saja tidak cukup'.

(bbp/bbp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini