Pengamatan dilakukan menggunakan tiga teleskop ekuatorial. "Transit Venus ini cukup menarik," kata Ketua Himastron ITB Muhammad Zamzam saat ditemui di lokasi.
Dijelaskannya, fenomena transitnya Venus itu hampir sama seperti gerhana. Namun karena planet Venus terbilang kecil, maka sinar matahari ke bumi tidak terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transit Venus ini juga cukup penting misalnya untuk mengoreksi ulang jarak matahari ke bumi," jelas Zamzam.
Di Bandung, transit Venus terjadi pada pukul 05.14 WIB hingga 11.48 WIB. Sementara di wilayah lain bisa dilihat dengan waktu berbeda.
Untuk mengamati fenomena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melihat transitnya Venus. Salah satunya dengan teleskop. Pengamatan juga bisa dilakukan dengan menggunakan kacamata matahari, pinhole projector, sun funnel, sunpotter dan melihat video streaming yang dilakukan beberapa lembaga yang melakukan pengamatan.
Zamzam mengatakan, pengamatan yang dilakukan di lokasi terbuka untuk umum sejak pukul 08.00 WIB. Rencananya, pengamatan akan selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Jadi bagi masyarakat yang penasaran dengan fenomena itu bisa datang langsung ke lokasi.
Anisa Abdika (18), salah seorang pengunjung, mengaku tertarik dengan peristiwa tersebut sehingga sengaja datang ke lokasi. "Cukup menarik, apalagi saya pengen masuk ke jurusan astronomi. Sekalian pengenalan dulu sama jurusan ini," kata perempuan yang baru lulus di SMA Alfa Centaury itu.
(ors/ern)











































