LSI: Banyak Kader PKS 'Berkhianat' Pilih Dede Yusuf

Pilgub Jabar

LSI: Banyak Kader PKS 'Berkhianat' Pilih Dede Yusuf

Oris Riswan Budiana - detikNews
Selasa, 05 Jun 2012 20:35 WIB
LSI: Banyak Kader PKS Berkhianat Pilih Dede Yusuf
Bandung - Tak selamanya kader yang loyal, memilih calon dari partainya sendiri. Dalam survei yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI) terhadap bakal calon gubernur Jabar 2013, kader PKS yang dinilai loyal diketahui malah 'berkhianat'.

Hasil mengejutkan itu muncul setelah LSI melakukan survei terhadap kader PKS. Ternyata, 27,3% memilih Dede sebagai calon gubernur. Sementara kader PKS yang memilih Ahmad Heryawan hanya 18,2%.

"Pemilih dari (kader) PKS yang selama ini dikenal solid justru lebih memilih Dede daripada Heryawan," papar Direktur PT Citra Komunika LSI Toto Izul Fatah, dalam konferensi pers di salah satu rumah makan di Jalan Sulanjana, Selasa (5/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kader partai tidak otomatis akan memilih calon yang diusung partainya. Sebab, lanjutnya, mereka juga melihat siapa sosok yang dianggap pantas untuk jadi calon, meski berasal dari partai berbeda.

"Ini yang kemudian bisa jadi pelajaran bagi PKS untuk bisa menyolidkan kembali kadernya," tegasnya.

Selain kader PKS, kader partai lain rata-rata juga lebih memilih Dede ketimbang calon dari partainya sendiri. Partai Golkar misalnya, 46,6% kadernya memilih Dede. Demikian juga PDIP, 46% memilih Dede Yusuf.

Sementara 46,2% kader PPP, 33,3% kader PKB, dan 46,2% kader partai lain juga memilih Dede. Sisanya sebanyak 34,2% menyatakan rahasia, belum memutuskan, serta tidak menjawab.

Suara para kader juga terpecah ke para bakal calon gubernur lainnya seperti Heryawan, Irianto MS Syafiuddin, Rieke Dyah Pitaloka hingga Dada Rosada dan Rahmat Yasin. Namun suara mereka tidak lebih besar pilihannya ketimbang Dede Yusuf.

Survei yang dilakukan LSI melibatkan 440 responden dari berbagai kalangan, termasuk kader partai. Survei dilakukan pada 15-21 Mei lalu dengan metode multistage random sampling.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini