Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo secara tidak langsung menyebut Wagub Jabar Dede Yusuf berdarah PDIP. Hal itu disampaikannya saat memberi sambutannya.
"Banyak yang belum kenal kakek Dede Yusuf dulu pembantu setia Bung Karno di Istana Negara di Bogor. Kalau dibelah dadanya Pak Dede, pasti merah. Walaupun beliau Demokrat, pasti merah," ucap Tjahjo yang langsung disambut gemuruh tepuh tangan para kader PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Ketua DPD PDIP Jabar Ruddy Harsa Tanaya seolah memberi sinyal akan berkoalisi dengan Demokrat untuk memenangkan pilgub. Ia bahkan berkeyakinan Dede akan diusung Demokrat untuk maju dari partai berlambang Mercy itu.
"Meskipun belum ditetapkan, tapi kemungkinan Dede Yusuf akan ditetapkan Demokrat," cetusnya.
Sejauh ini, ia mengaku terus menjalin komunikasi politik dengan berbagai partai. Namun baru PKS dan Demokrat yang komunikasinya cukup intens dan terjalin kedekatan. "Tapi kayaknya antara PKS atau Demokrat untuk koalisi," tutur Ruddy.
Dede Yusuf juga sempat berkelakar di hadapan ribuan kader PDIP. Mengenakan batik warna merah, Dede tampil cukup lugas dalam memberikan sambutan sebagai wagub Jabar.
"Hari ini saya sengaja datang dengan memakai baju khusus warna merah. Bajunya baru satu, Pak Ruddy. Mudah-mudahan kalau koalisinya jadi, tambah 10 baju (merahnya)," papar Dede yang disambut tepuk tangan kader PDIP.
Ia bahkan sempat memuji PDIP beberapa kali. Salah satunya, ia memuji loyalitas kader PDIP. "Ketika saya berkunjung ke daerah dengan kader PDIP, saya kagum, mereka punya totalitas dan loyalitas," pujinya.
Namun apakah saling memuji itu ibarat pertanda PDIP-Demokrat akan berkoalisi, kedua belah pihak masih ogah bicara blak-blakan. Tjahjo dan Ruddy menyebut semua kemungkinan untuk koalisi masih terbuka.
Dan PDIP berencana menyatakan sikap maju sendiri atau koalisi untuk menghadapi pilgub akhir bulan ini.
(orb/ern)










































