Mulai 3 Juni 2012, ada alternatif menembus kemacetan di Kota Bandung. Caranya? Anda cukup menyewa sepeda untuk sampai ke tempat tujuan. Akan ada 150 sepeda yang disewakan dengan 10 shelter.
Program tersebut diluncurkan Komunitas bike.bdg yang didukung oleh Bandung Creative City Forum (BCCF). Program yang diberinama bike sharing alias sewa sepeda sebagai solusi alternatif untuk penyediaan transportasi sehat dan ramah lingkungan.
Untuk program bike sharing ini akan ada 10 shelter, 20 petugas pencatat dan 150 sepeda yang siap disewakan. Namun pada tahap pertama, shelter bike sharing baru ada dua di Taman Cikapayang Dago dan sekitar kampus STSI Buah Batu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya akan membuat bike tour. Kami ingin memasyarakatkan sepeda," ujar Design and Development Bike.bdg, Yanuar Pratama Firdaus kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di, Simpul Space, Jalan Purnawarman, Rabu (30/5/2012).
Ada banyak jenis sepeda yang bisa disewa di bike.bdg, yakni mountain bike, city bike, sepeda lipat dan electric bike. Setiap sepeda disewakan seharga Rp 3.000 per jam. Peminjam wajib menjadi member terlebih dahulu, yang dikenai biaya Rp 75 ribu per tahun.
"Untuk menghindari sepeda tidak dikembalikan, kami menyediakan member. Sebelum mendapatkan member, peminjam akan diminta data yang valid. Kelebihan member ini juga bisa digunakan di shelter manapun," kata Yanuar.
Menurut Yanuar, konsep bike sharing ini sudah dilakukan sejak Oktober 2011 lalu. Dana yang dihabiskan untuk membiayai bike sharing ini yakni Rp 500 juta. "Dana tersebut merupakan hasil sumbangan dari Ikatan Alumni ITB," kata Yanuar.
Dengan adanya bike sharing ini, diharapkan bisa mengurangi kemacetan sekaligus sebagai sarana pariwisata di Bandung. "Ingin merubah imej memakai sepeda sebagai lifestyle, tetapi merupakan bagian dari hidup," pungkasnya.
(avi/ern)










































