"Saya meminta supaya kejadian ini diusut tuntas sampai dapat pelakunya," jelas ayah kandung Rangga yakni Aad Kosasih saat ditemui di rumah duka Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), RT 5 RW 4, Kampung Pasirleutik, Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5/2012).
Anggota TNI yang bertugas di Indramayu ini mengatakan aksi main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Maka itu, polisi menangani kasus ini harus mengungkap dan menangkap para pengeroyok. Selama ini Rangga anggota aktif Viking Persib Fans Club.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada diungkapkan ayah tiri Rangga yakni Teguh Rianto. "Polisi harus mengusut secara tuntas. Hukum seberat-beratnya para pelaku," terangnya saat ditemui di lokasi sama.
Teguh berharap, Rangga menjadi korban terakhir kebrutalan oknum suporter. Fanatisme dukungan kepada klub kesayangan, lanjut dia, tidah harus menggunakan cara-cara kekerasan. Ia pun menyesalkan pengeroyokan yang menyebabkan Rangga tewas.
"Jadikan Rangga sebagai korban terakhir. Jangan ada lagi pendukung sepak bola di Indonesia yang menjadi korban kebrutalan suporter lain. Selain itu, Viking jangan pernah dendam kepada The Jakmania setelah Rangga tewas," tutup Teguh.
Jenazah Rangga tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Ia lalu disalatkan di masjid dekat rumahnya lalu dimakamkan di TPU Cimuncang.
(bbp/ern)










































