"Yang disebut langka itu kalau pedagang kecil dan ibu rumah tangga tidak bisa melakukan kegiatannya. Misalnya ibu-ibu tidak bisa memasak, dan pedagang kecil seperti penjual gorengan tidak bisa jualan," kata Kasubag Gas 3 Kilogram Hiswana Migas DPC Bandung-Sumedang Tua Siagian saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/5/2012).
Menurutnya, ketika ada laporan elpiji 3 kilogram di satu wilayah kosong, maka pihaknya akan langsung mengirim barang. Itu demi mencegah masyarakat mengalami dampak buruk karena kelangkaan di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya jangan sampai terpancing isu elpiji 3 kilogram langka," imbau Tua.
Menurutnya, gas elpiji 3 kilogram merupakan hak rakyat. Sehingga Pertamina dan Hiswana Migas akan berusaha mencukupi kebutuhan masyarakat atas elpiji 3 kilogram.
Hiswana Migas Bandung-Sumedang sendiri melayani kebutuhan untuk lima wilayah masing-masing Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang.
Sementara jumlah elpiji 3 kilogram sendiri diakuinya memang ada pengurangan di APBN untuk distribusi di Pulau Jawa pada 2012. "Tapi sampai sekarang belum ada keluhan ibu-ibu tidak bisa memasak atau pedagang tidak bisa jualan," tandas Tua.
Sebelumnya Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan terjadi kelangkaan gas 3 kg di Jabar, seperti di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Kota Cimahi.
(orb/ern)










































