David dioperasi di RSHS pada Juni 2011 dan dirawat selama tiga hari di ruang kelas I. Pascaoperasi, kondisinya tidak malah membaik dan kerap merasa sakit. Namun saat David merasa kesakitan, ia tidak diperiksa lebih lanjut, malah diperkenankan untuk pulang.
Dari situ David kerap merasa sakit dan kemudian dilarikan ke RS Advent. Soal kenapa David tak kembali lagi ke RSHS, sebelumnya David memaparkan jika dirinya sudah menelepon dr R soal keluhan sakit di bagian perut yang ia alami. Namun dr R hanya menyuruh David ke IGD dan bertemu dengan dokter jaga. Tak mau ambil risiko, keluarga pun membawa David ke RS Advent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melewati rangkaian MRI, akhirnya pada 25 Juni 2011 David dioperasi kecil. Namun rupanya kesembuhan David tidak berjalan mulus karena ada kumpulan cairan di bawah hatinya. Kemudian pada 1 Juli 2011 dokter mengeluarkan lagi cairannya dengan selang, dr Haryono pun kemudian berkonsultasi dengan dr Tatang.
"Tanggal 2 Juli kita lihat sama-sama kondisi David. Hingga akhirnya David dioperasi ulang tanggal 3 Juli 2011. Namun, pada 9 Juli David mengeluh sesak karena cairan masih ada di bawah hati, setelah benar-benar sembuh dengan penyedotan melalui selang, tanggal 10 Juli dia diperbolehkan pulang," ujar dr Haryono kepada wartawan, dalam jumpa pers yang digelar di Surapati Core, Bandung, Minggu (13/5/2012).
Dr Tatang menyatakan pihaknya mengetahui ada pasien bernama David yang harus dioperasi laparaskopi kedua kalinya karena saluran empedunya putus dari dr R. Padahal menurut orang tua David, sebelumnya dr R mengaku mencari-cari David dan keluarga untuk berobat pasca komplain setelah operasi.
(avi/tya)











































