"Setelah saya menggandeng pengacara yaitu Monang Saragih, baru terungkap jika banyak bekas pasiennya yang mengalami hal sama seperti saya. Saya enggak langsung percaya, saya datangi mereka, dan kasusnya hampir sama seperti yang saya alami," tuturnya saat berbincang di Kantor Detikbandung, Jalan Lombok No 33, Selasa malam (8/5/2012).
David dioperasi batu empedu di RSHS oleh dokter bedah inisial dr R. Sayangnya, kata dia, para korban itu tak mau memperpanjang urusan dengan RSHS maupun dokternya.
"Enggak apa-apa, biar saya yang mewakili mereka. Saya enggak mau ada korban lagi yang berjatuhan. Karena itu poin pertama dalam isi somasi saya adalah sanksi buat dokternya," ujar David.
Poin kedua, RSHS harus menanggung biaya rumah sakit pasien dr R yang timbul pasca operasi. "Ini bagi pasien-pasien dokter itu yang menjadi korban seperti saya," katanya.
Lalu poin terakhir, pihak rumah sakit harus mengganti kerugian materil dan immateril yang dialaminya. "Untuk berapa besarnya itu urusan kuasa hukum," ujarnya yang mengaku menghabiskan dana Rp 300 juta di RS Advent.
Menurut David hingga saat ini pihak rumah sakit belum menggubris somasi yang dilayangkan. "Padahal apa salahnya sih lakukan dulu poin yang pertama dengan memberikan sanksi pada si dokter. Ini korbannya banyak loh. Saya ngeri dia terus praktik," katanya.
David dioperasi batu empedu di RSHS oleh dokter bedah inisial dr R. Namun setelah operasi, David mengalami sakit hebat. Ia pun berobat ke RS Advent, dan diketahui saluran empedunya putus. Diduga akibat operasi sebelumnya. David sempat mengalami koma hingga tiga kali.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum berhasil mewawancara pihak rumah sakit. Meski sudah didatangi ke RS, namun belum ada yang bersedia bicara. (ern/ern)











































