"Motifnya bukan perampokan. Karena tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Dugaan sementara bermotif dendam," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan Kapten Tendean, Kota Bandung, Jumat (4/5/2012).
Abdul menerangkan, pihaknya sejauh ini masih menelusuri kasus tersebut. Proses penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Bandung sedang berlangsung.
Lebih lanjut ia menambahkan, pelaku diduga kuat sudah mengamati gerak-gerak korban. Disinyalir juga, sambung Abdul, pelaku sudah merencanakan aksi penembakan ini.
Apakah kasus penembakan itu ada kaitannya dengan latar belakang korban sebagai pengusaha atau persaingan bisnis? Abdul ogah menyimpulkan terlalu dini.
"Kami masih mengumpulkan informasi dan akan menganalisa hasil olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui motif dibalik ini semua," ujar Abdul.
Informasi dikumpulkan wartawan, Husein sebagai pengelola perusahaan swasta penyedia jasa security bernama Red Guard yang berkantor di Jalan Oto Iskandardinata, Kota Bandung.
Abdul menyebut pelaku memakai senjata jenis pistol FN kaliber 9 milimeter. Jenis pistol teridentifikasi setelah ditemukan barang bukti berupa satu selongsong bekas peluru di tempat kejadian perkara (TKP).
Jumat (4/5/2012), sekitar pukul 10.20 WIB, di Jalan Kapten Tendean (Hegarmanah), Kota Bandung, Husein tewas ditembak pelaku yang menggunakan Avanza hitam yang nopolnya belum diketahui.
Peluru membolongi dada kanan dan leher kiri Husein yang seorang diri berada di dalam mobil miliknya merek Toyota Land Cruiser bernopol D 1 EB . Tembakan itu menerjang tubuh korban yang sedang duduk di kursi kemudi mobil. Kaca depan samping kanan atau kaca sopir ditemukan tiga lubang bekas tembakan.
"Pelaku menembak dari jarak dekat," ucap Abdul.
Jenazah korban kemudian diboyong ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk autopsi. Kasus penembakan ini ditangani Polrestabes Bandung.
(bbp/ern)











































