Demikian disampaikan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Ujungberung Bersatu (HPPUB) Usep Iskandar Wijaya saat dihubungi detikbandung via ponsel, Jumat (4/5/2012).
"Dampak dari mati listrik ini membuat omzet pedagang menurun hingga 20 persen. Perekonomian bisa disebut lumpuh. Pedagang merugi akibat kejadian Gardu Uber (Ujungberung) meledak," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya, satu pedagang rata-rata omzetnya 1,5 juta rupiah hingga 3 juta rupiah per hari. Karena mati listrik, jumlah omzet menurun 20 persen," papar Usep.
Lebih lanjut ia menerangkan, hingga siang ini para pedagang tetap beraktivitas walau kondisinya tak berlangsung normal. Pedagang biasanya memulai aktivitas sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
"Ya, saat ini pedagang hanya mengandalkan penerangan alami saja," singkat Usep.
(bbp/ern)










































