Listrik Mati, Air Mineral Pun Dipakai untuk Mandi

Gardu Induk Meledak

Listrik Mati, Air Mineral Pun Dipakai untuk Mandi

Erna Mardiana - detikNews
Jumat, 04 Mei 2012 10:42 WIB
Bandung - Akibat gangguan listrik sejak kemarin, aliran air bersih di Kompleks Girimekar Permai Desa Girimekar Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung pun ikutan mati. Warga pun terpaksa membeli air bersih dari pedagang keliling, bahkan ada warga yang membeli air mineral galonan untuk mandi.

Suasana pagi di Kompleks Girimekar Permai menjadi lebih riuh dibandingkan biasanya. Beberapa warga mendatangi warung terdekat untuk mencari air galon mineral. Bukan untuk keperluan minum, namun untuk mandi.

"Dari pagi banyak yang datang beli air galon untuk mandi, hehe," ujar pegawai Nindi Market, Iming, kepada detikbandung, Jumat (4/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ketika hari beranjak siang, sekitar pukul 09.00 WIB, pedagang air PAM gunung menggunakan mobil bak terbuka berkeliling kompleks menawarkan air bersih kemasan jerigen. Satu jerigen Rp 1.000.

"Saya baru keluar pukul 08.00 WIB, udah tiga kali balikan. Semuanya pada pesan, ya alhamdulillah lah, lumayan," ujar Dadang (30), penjual air keliling. Mobil bak terbuka yang ia bawa mengangkut sekitar 50 jerigen.

Sementara itu warga Kompleks Girimekar, Djalihah (62), mengaku senang ada pedagang keliling air bersih. "Dari tadi belum bisa masak apalagi mandi. Enggak ada air sama sekali," tutur Djalihah.

Selama ini warga Kompleks Girimekar memang mengandalkan air artesis yang dikelola pengembang kompleks. Jika listrik mati lama, biasanya air pun ikut mati.

Gardu induk PLN Ujung Berung di Jalan Cinunuk RT 2 RW 4 Kampung Ciguruik, Kecamatan Cinunuk, Kabupaten Bandung, meledak. Kejadian berlangsung dua kali pukul 00.30 WIB dan sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga saat ini belum diketahui sampai kapan gangguan listrik berakhir. Pihak PLN belum bisa berhasil dihubungi.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini