Saat kejadian, rumah non permanen dihuni Endang (40) dan istrinya, Ai Atikah (30), serta empat anaknya masing-masing Andika (9 bulan), Sasa (2), Amanda (5), Nira (10). Amanda tewas tertimpa reruntuhan dinding.
Camat Cidadap Pepen mengatakan peristiwa tragis itu berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB. "Sebelumnya ada hujan besar. Seteleh berhenti hujan, tiba-tiba dinding rumah milik Pa Sutanto ambruk menimpa rumah Pa Endang," kata Pepen ditemui di lokasi kejadian.
Dinding setinggi 4 meter dan lebar 12 meter itu roboh menimpa rumah bilik yang tepat berada di bawahnya. "Di dalam rumah itu ada Pa Endang dan keluarganya," ucap Pepen.
Lebih lanjut ia menuturkan, warga sekitar langsung berjibaku melakukan pertolongan. Enam orang di rumah bilik ukuran 4x6 meter itu tak mengira benteng bakal runtuh. "Satu tewas, lima penghuni lainnya luka-luka sempat dibawa ke RS Salamun. Sekarang tinggal Pa Endang yang masih menjalani perawatan karena patah tulang," ucap Pepen.
(bbp/ern)











































