Peringati Hardiknas, Massa GMB Bakar Boneka SBY-Boediono

Peringati Hardiknas, Massa GMB Bakar Boneka SBY-Boediono

Oris Riswan Budiana - detikNews
Rabu, 02 Mei 2012 13:05 WIB
Peringati Hardiknas, Massa GMB Bakar Boneka SBY-Boediono
Bandung -

Boneka yang melambangkan SBY-Boediono dibakar massa dari Gerakan Mahasiswa Bandung (GMB). Mereka menggelar aksi unjukrasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (2/5/2012).

Boneka yang terbuat dari ijuk hitam itu dibakar di tengah-tengah aksi. Sekitar 50 orang yang ikut dalam aksi itu berdiri dengan posisi melingkar di sekitar boneka.

Di leher boneka berbentuk seperti manusia itu terpasang dua kertas bertuliskan 'SBY-Boediono Penjahat Pendidikan' dan 'Tolak Pendidikan Mahal'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di sekitar boneka itu disimpan poster-poster di antaranya bertuliskan 'Stop Pendidikan Kapitalistik', 'Tolak RUU PT, Selaraskan Kualitas Dunia Pendidikan', serta 'Pendidikan Murah Yes, Pendidikan Mahal No'.

"Dibakarnya boneka ini sebagai simbol diamnya pemerintah dalam dunia pendidikan, padahal pemerintah harusnya mencerdasakan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945," ujar Komandan Lapangan GMB Ilham Wiratmaja.

Menurutnya, patung juga menandakan pemerintah yang diam dan membiarkan pendidikan Indonesia berjalan carut-marut. "Ini cerminan diam pemerintah, kita bakar sebagai bentuk perlawanan dan menolak rezim SBY-Boediono," tegasnya.

Dalam momentum Hardiknas, GMB mengingatkan pemerintah akan pentingnya dunia pendidikan dan kondisi sekarang harus diperhatikan. Salah satu hal yang disoroti adalah RUU Perguruan Tinggi (PT).

"Kita menolak pengesahan RUU PT. Karena jika RUU itu disahkan, maka biaya pendidikan akan semakin mahal. Padahal saat ini sudah banyak yang tidak bisa mengenyam dunia pendidikan," kata Ilham.

Sementara dalam aksinya, massa sempat berdiri dengan posisi melingkar di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan halaman Gedung Sate. Beberapa perwakilan mereka berorasi menyampaikan aspirasinya.

Spontan, aksi itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Polisi pun langsung turun mengatur arus lalu lintas di lokasi. Beruntung aksi berlangsung kurang dari lima menit. Setelah itu, massa membubarkan diri dan arus lalu lintas kembali lancar.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini