"Ini juga bagian dari simbol optimisme kami terhadap dunia pendidikan," ujar Menteri Kebijakan Nasional KM ITB Yorga Permana di sela aksi di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Rabu (2/5/2012).
Beberapa saat setelah menggelar upacara pengibaran bendera 1 1/2 tiang, massa dari KM ITB sempat berkumpul di depan kampus. Mereka lalu membagikan mawar kepada masyarakat sekitar. Selanjutnya mereka masuk ke dalam area kampus dan membagikannya pada para dosen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Kabinet KM ITB Anjar Dimara Sakti menyebut pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan karena menyimpan banyak masalah. "Pemerintah belum mampu mengelola pendidikan nasional sesuai amanah konstitusi," cetusnya.
Meski begitu, rasa optimisme tetap harus dijunjung tinggi. Dan momen Hardiknas diharapkan jadi momentum kebangkitan pendidikan nasional dengan berstandar pada semangat optimisme anak-anak bangsa.
Anjar menambahkan, KM ITB memberikan pandangan terkait pendidikan nasional dengan menyatakan dua sikap. Pertama menuntut pemerintah agar membuka akses pendidikan berkualitas seluas-luasnya dengan merealisasikan alokasi anggaran 20 persen.
"Kedua, kita menyerukan kepada seluruh anak bangsa agar tetap optimistis dalam belajar dan berprestasi untuk mencapai Indonesia yang lebih bermartabat," pungkas Anjar.
(ors/ern)











































