"Tidak boleh anggota seperti satuan Dalmas Polrestabes Bandung dan Brimob Polda Jabar menggunakan senpi peluru tajam dan karet," jelas Abdul saat ditemui di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (1/5/2012).
Abdul menjelaskan, pola pengamanan tersebut sudah sesuai SOP. Dirinya menginstruksikan agar personel bersikap profesional dan persuasif saat bertugas mengamankan unjuk rasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kepolisian yakin massa buruh yang berdemo bakal menyampaikan aspirasinya secara tertib, aman, dan damai. Diperkirakan 1.750 buruh menggelar aksi di depan Gedung Sate.
Berdasarkan catatan polisi, ada sekitar 9 elemen atau kelompok buruh yang siap menggeruduk Gedung Sate. Mereka antara lain dari K.SPSI Jabar, SPN Jabar, SBSI 92 Jabar, GOBSI Jabar, Gaspemindo, K.SBSI, FSPMI Bandung Raya, dan Kasbi Jabar.
"Saya meminta personel ini menjadi pengaman yang baik. Harus bijak dan sabar. Kalau ada yang membuat kuping kita panas, jangan mudah terpancing. Tanggapi secara dingin," terang Abdul.
Sebanyak 2.400 personel kepolisian disiagakan mengamankan aksi unjuk rasa buruh memperingati Hati Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung. Personel tersebut berasal dari seluruh kesatuan Polrestabes Bandung yang dibantu Polda Jabar.
(bbp/ern)










































