Polrestabes Bandung mencatat hingga Jumat (27/4/2012), sudah ada 8 kelompok atau organisasi buruh yang menyampaikan izin unjuk rasa memperingati May Day 2012. Mereka berasal dari K.SPSI Jabar, SPN Jabar, SBSI 92 Jabar, GOBSI Jabar, Gaspermindo Jabar, K.SBSI Jabar, KASBI Jabar, dan FSPMI Bandung Raya.
"Tuntutan atau pernyataan sikap mereka yakni menolak outsourcing, tolak kenaikan BBM bersubsidi, tolai kenaikan tarif daftar listrik (TDL), berlakukan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan menjadikan 1 Mei atau Hari Buruh se-Dunia sebagai hari libur nasional," kata Kasubaghumas Polrestabes Bandung AKP Rosdiana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pelaksanaan unjuk rasa nanti, kata Rosdiana, diimbau para buruh untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib dan aman. Selain itu tetap menjaga keamanan, bisa menjaga ketertiban umum, dan tidak melakukan tindakan anarkis.
"Diperkirakan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, pada 1 Mei nanti jumlahnya lebih dari lima ribu orang," ucap Rosdiana.
Polrestabes Bandung mengerahkan 1.700 personel yang siap mengamankan peringatan Hari Buruh se-Dunia atau dikenal May Day pada 1 Mei 2012 mendatang. Pengamanan itu dilakukan sebagai antisipasi aksi demo besar-besaran kaum buruh berdomisili di Bandung Raya.
(bbn/ern)











































