"Saya pertama kali lihat Nanan naik ke atas tower pukul 06.30 WIB. Naiknya cepat sekali, sudah di puncak tower," ujar Adin Sodiana (41), saksi mata yang pertama kali melihat ditemui di lokasi, Jumat (27/4/2012).
Melihat hal itu, Adin pun langsung melapor ketua RT dan RW serta keluarga. Ratusan warga pun langsung berkumpul di dekat tower yang berada di sekitar persawahan.
Sementara itu Kapolsek Panyileukan Kompol Bohari mengaku setelah mendapat laporan dari warga langsung koordinasi dengan tim resque Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung.
Sebelum tim resque damkar datang, polisi maupun keluarga dan warga berusaha membujuk Nanan dari bawah melalui pengeras suara. Namun Nanan tak mau turun juga.
Akhirnya tim resque Damkar datang sekitar pukul 09.00 WIB lebih. Lalu sebanyak empat petugas resque didampingi salah satu keluarga Nanan, naik ke atas tower untuk membujuk Nanan. Tak perlu menunggu lama, Nanan pun mau untuk turun. Saat dibawa turun, Nanan dalam kondisi lemas.
"Pelaku tidak memberontak. Negosiasi di atas sebentar, mungkin sekitar 5 menit. Ya sekitar pukul 10.00 WIB, akhirnya bisa diturunkan," tambah Bohari.
Menurut Bohari aksi nekat Nanan dilakukan karena dia mengalami gangguan jiwa. "Berdasarkan keterangan dari keluarga, pelaku mengalami gangguan jiwa. Sudah lama, sudah 7 tahun. Katanya dulu gara-gara putus cinta," ungkap Bohari.
Sementara itu menurut warga, Adin, aksi naik tower yang dilakukan Nanan, bukan untuk pertama kalinya. "Tapi biasanya cuma naik seperempatnya lah paling tinggi, cuma moyan (berjemur-red) saja. Kalau tadi mah sampai puncak," katanya.
Kini Nanan dibawa ke RSUD Ujungberung untuk mengecek kondisi kesehatannya pasca naik tower.
(ern/tya)











































