Ketua Tim Penjaringan Balon Gubernur dan Wagub DPD Partai Gerindra Jabar Sunatra mengatakan pihaknya sengaja menggunakan data tersebut sebagai perkiraan untuk menghitung biaya kampanye.
"Biaya politik tersebut berdasarkan indeks pada pemilukada Kabupaten Bandung 2010 lalu yang dilakukan Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unpas," kata Sunatra saat dihubungi via ponsel, Kamis (26/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada 2013 biaya kampanye diprediksi bakal naik akibat adanya inflasi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sehingga Gerindra memprediksi biaya kampanye per desa bakal mencapai Rp 25 juta atau 25 ribu per orang.
"Jika diprediksi jumlah titik kampanye sekitar 7 ribu, maka keluar angka Rp 175 miliar," kata Sunatra.
Sementara jika sasaran kampanye diambil per orang, maka Gerindra membidik setengah dari jumlah pemilik hak suara. Dari perkiraan pemilik hak suara 34,4 juta orang, Gerindra membidik pemilih 17,2 juta orang.
"Jika diambil (sasaran kampanye) berdasarkan jumlah pemilih, maka keluar angka Rp 430 miliar," jelas Sunatra.
Sebelumnya, Sunatra mengatakan biaya kampanye itu sudah disampaikan pada 12 bakal calon (balon) gubernur dan wagub saat proses verifikasi. Hingga kini, belum ada balon yang mundur gara-gara besarnya dana kampanye.
(ors/ern)











































