Perampok Sadis Tebar Teror, Senpi Anggota Polisi Diperiksa

Perampok Sadis Tebar Teror, Senpi Anggota Polisi Diperiksa

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 24 Apr 2012 14:44 WIB
Perampok Sadis Tebar Teror, Senpi Anggota Polisi Diperiksa
Bandung - Perampok di Kota Bandung menebar teror. Selain berbekal senjata api (senpi), pelaku berani menembak tanpa memandang siapa korbannya. Polrestabes Bandung pun bakal memeriksa senpi organik anggota Polri guna mencegah penyalahgunaan.

"Tentu saja nanti akan ada jadwal pemeriksaan senpi organik anggota," jelas Kasubaghumas Polrestabes Bandung AKP Rosdiana di Mapolrestabes Bandung, Selasa (24/4/2012).

Kapan pastinya waktu pemeriksaan senpi organik jajaran Polrestabes Bandung, Rosdiana belum bisa memastikan. Menurut dia, antisipasi senpi organik anggota Polrestabes Bandung harus dilakukan guna memastikan apakah disalahgunakan atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikhawatirkan senpi organik anggota dipinjamkan ke orang lain atau disimpan di sembarang tempat yang tidak menutup kemungkinan dipakai orang tak dikenal.

Rosdiana mengelak saat ditanya apakah pemeriksaan senpi organik ini lantaran disinyalir ada anggota Polri terlibat perampokan di Kota Bandung.

"Tidak seperti itu. Antisipasi sejak dini harus dilakukan. Intinya jangan sampai anggota menyalahgunakannya," kata Rosdiana.

Hingga kini Polrestabes Bandung masih menyelidiki dua kasus perampok bersenpi yang berlangsung dua hari berturut-turut, Kamis (19/4/2012) di rumah Kolonel Kav Donald Sitorus, dan Jumat (20/4/2012) di rumah guru besar Universitas Parahyangan (Unpar) Prof Koerniatmanto.

Di halaman rumah kompleks militer tersebut, pelaku menggondol duit Rp 170 juta. Selain itu menembak paha kiri Resminta Sriyani, istri kolonel. Wanita ini selamat dari aksi brutal perampok berjumlah dua orang.

Sedangkan di rumah guru besar Unpar, empat perampok bermotor dan bersenpi beraksi di siang bolong. Perampok membawa kabur satu unit komputer jinjing dan duit 6 ribu dolar. Tragis bagi anak guru besar tersebut yakni Harindaka Murti (20). Upaya Hari dan kakaknya mengejar perampok mesti dibayar dengan nyawa. Hari tewas ditembak mati pelaku.

(bbp/ern)


Berita Terkait