Satu per Sepuluh Daerah di Jabar Rawan Konflik Keagamaan

Satu per Sepuluh Daerah di Jabar Rawan Konflik Keagamaan

Oris Riswan Budiana - detikNews
Senin, 23 Apr 2012 18:42 WIB
Bandung - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jabar sudah mengantongi peta rawan konflik keagamaan di wilayah Jabar. Hal itu dikemukakan Wagub sekaligus Ketua Dewan Pembina FKUB Dede Yusuf.

"Kalau dilihat jumlahnya, hanya sepersepuluh dari jumlah wilayah kita (26 kabupaten/kota - red)," ujar Dede kepada wartawan usai menghadiri rapat pleno Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (23/4/2012).

Namun ia ogah menyebut daerah mana saja yang terbilang rawan konflik keagamaan. "Mapping tidak bisa saya buka, nanti malah (terkesan) tendensius," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Dede mengakui FKUB di daerah para praktiknya sering berjalan sendiri-sendiri. Penyebabnya, mereka tidak punya kantor representatif dan anggaran memadai. Namun ia menilai keberadaan FKUB di daerah jauh lebih efektif ketimbang di tingkat Jabar.

"Kita harus perbaiki sistem komunikasi dan koordinasi ini," cetusnya. Sebab, sambung Dede, FKUB punya peran penting sebagai mitra pemerintah. Beberapa fungsinya yakni melakukan koordinasi, menyerap aspirasi hingga memberi rekomendasi ke tingkat Jabar.

Ia pun mengimbau para kepala daerah di Jabar untuk menggelar dialog soal isu-isu di daerahnya. Tujuannya demi menyelesaikan berbagai permasalahan, baik di internal FKUB maupun konflik agama yang ada.

"Nanti muncul (berbagai) rekomendasi (dari dialog itu). Dengan begitu gubernur bisa bertindak atas rekomendasi tersebut," tandas Dede.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini