Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakham Baso saat dihubungi via telepon selulernya, Sabtu (21/4/2012).
"Dengan adanya kejadian seperti ini (perampokan dengan penembakan-red) kita akan evaluasi lagi keberadaan dan peredaran senpi. Kita tingkatkan lagi pengawasan," ujar Abdul.
Seperti diketahui, pada Kamis (19/4/2012) terjadi perampokan di rumah Kolonel Donald Sitorus di Jalan Patrakomala. Resminta Sriyani (47) istri kolonel ditembus peluru di bagian paha kiri. Uang sebesar Rp 170 berhasil digondol pelaku yang berjumlah 2 orang.
Sementara Jumat (20/4/2012), perampokan terjadi di rumah Dosen Hukum Unpar Prof Koerniatmanto di Jalan Cigadung Indah. Anaknya, Harindaka Maruti (20), tewas ditembak pelaku saat berebut tas. Laptop dan uang sejumlah 6 ribu dollar dibawa kawanan perampok yang diduga berjumlah empat orang.
Dari dua aksi tersebut, polisi menemukan dua jenis peluru dan proyektil yang berbeda di masing-masing lokasi kejadian. "Jenis senjatanya berbeda. Jadi diperkirakan pelakunya berbeda," katanya.
Saat disinggung operasi yang dilakukan polisi masih lemah hingga terjadinya kejadian tersebut, Abdul mengatakan selama ini Polrestabes Bandung telah berusaha maksimal. "Selama ini kami sudah maksimal. Kami juga melakukan patroli," tutur Abdul.
(tya/tya)











































