"Instruksi khusus tidak ada. Tapi selalu ada peningkatan kinerja yang lebih optimal, khususnya mereka yang bekerja di lapangan," kata Wakapolda di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (20/4/2012).
Hengki mengatakan, polisi punya tim khusus untuk menangani kasus seperti perampokan bersenpi. "Tim yang dibentuk itu bergerak sesuai dengan arah hasil penyelidikan dari olah TKP," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun hanya berbentuk senjata angin, tapi itu kan tetap harus diawasi," tegasnya.
Dan untuk mengantisipasi adanya polisi yang terlibat, pihaknya juga melakukan antisipasi khusus yakni dengan melakukan pemeriksaan senpi milik anggotanya.
"Setiap bulan itu ada pemeriksaan senpi yang dilakukan Ditpropam baik di level polda hingga ke tingkat polres," tutur Hengki.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan buruk, misalnya polisi sembarangan menyimpan senpi sehingga dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab.
"Kalau tidak dilakukan (pemeriksaan), namanya manusia, walaupun polisi mungkin ada beberapa yang lalai," tandasnya.
Kamis (19/4/2012) kemarin, perampok bersenpi beraksi di halaman rumah Kolonel Kav Donald Sitorus, Jalan Patrakomala, Kota Bandung, Kamis (19/4/2012), sekitar pukul 10.15 WIB. Istri Donald yakni Reminta luka tembak di paha kiri, pelaku pun membawa kabur duit Rp 170 juta.
Belum tuntas kasus tersebut, siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB, perampok bersenpi menyatroni rumah yang dihuni dosen hukum Universitas Parahyangan (Unpar) Prof Koerniatmanto, Jalan Cigadung Indah No.68, RT 5 RW 6, Kelurahan Cigadung, Kecamatan, Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Anak pemilik rumah tewas kena tembak pelaku.
(orb/avi)










































