Polisi Imbau Masyarakat Minta Pengawalan Bila Ambil Uang

Polisi Imbau Masyarakat Minta Pengawalan Bila Ambil Uang

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 19:46 WIB
Bandung - Polisi mengimbau masyarakat atau nasabah bank bisa berkoordinasi bila mengambil uang dalam jumlah besar. Aparat kepolisian siap mengawal tanpa dipungut biaya.

Hal tersebut disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakman Baso kepada wartawan, Kamis (19/4/2012). Ia ditemui di lokasi kejadian perampokan dan penembakan yang dialami istri Kolonel Kav Donald Sitorus yakni Resminta Sriyani (47).

"Kami siap meberikan pengawalan. Jadi masyarakat jangan ragu meminta pengawalan polisi saat mengambil uang di bank atau tempat lainya. Apalagi mengambil uang dalam jumlah banyak di bank," kata Abdul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adanya pengawalan polisi, kata Abdul, setidaknya bakal mencegah aksi kriminal dan membuat pelaku kejahatan mengurungkan niatnya merampok. Terkait kasus kejahatan yang makin berani dilancarkan pelaku, Abdul menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan di lokasi rawan kriminal, pusat bisnis, dan bank.

"Soal kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Bukti dan keterangan saksi akan dianalisa. Kami terus melakukan penyelidikan intensif," singkat Abdul.

Resminta menjadi korban perampokan dan penembakan oleh pelaku besenpi yang menggunakan helm. Aksi itu berlangsung di halaman rumahnya, Kamis (19/4/2012), sekitar pukul 10.15 WIB.

Sebelumnya, Resminta baru saja mengambil duit tunai Rp 200 juta dari BCA, Jalan Martadinata, Kota Bandung. Korban sendirian saat mengambil uang dan mengemudikan mobil hingga rumahnya. Saat itu ban mobil belakang kiri korban gembos. Polisi menduga kuat ban gembos itu ulah pelaku. Setiba di rumah dan mobil terparkir, rupanya kawanan perampok itu menguntit dan nekat merampok.

Pelaku bahkan lebih dari satu kali menembak. Akibatnya, Resminta mengalami luka lantaran proyektil bersarang di paha kiri. Pelaku pun berhasil membawa kabur duit Rp 170 juta di dalam mobil korban.

(bbp/bbp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini