"Saya terenyuh sekali melihat bangunan cagar budaya seperti SMAK Dago dirobohkan seperti itu," lirih Harastuti, Ketua Bandung Heritage saat dihubungi detikbandung via ponsel, Senin (16/4/2012).
Harastuti mengaku sudah melihat kondisi bangunan yang dibongkar itu dari luar. Ia menyesalkan, proses pembongkaran bangunan di SMAK Dago dilakukan tanpa adanya komunikasi dengan Bandung Heritage. Padahal, bangunan cagar budaya yang hendak dipugar seharusnya dikonsultasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar beredar, di lokasi tersebut akan dibangun hotel dan mal. Harastuti mengaku telah melaporkan pada Pemkot Bandung melalui staf di Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya terkait pembongkaran bangunan SMAK Dago.
Pantauan detikbandung, bangunan SMAK Dago terlihat sudah rata dengan tanah. Hanya tingga sedikit tembok di bagian depan saja yang masih berdiri. Terlihat beberapa pekerja tengah menghancurkan tembok besar di sekitar bangunan tersebut.
Seorang satpam yang tak mau disebutkan identitasnya, mengaku tak mengetahui apa yang akan dilakukan pada bangunan tersebut. "Saya juga enggak tahu itu mau diapain," ujar pria bertubuh gempal ini.
Namun ia mengatakan, proses penghancuran bangunan itu sudah dilakukan sejak sepekan lalu. "Itu awalnya aula. Sudah seminggu dirobohkan," katanya.
Sementara itu, hingga kini belum diperoleh keterangan dari pihak dari Yayasan Lyceum terkait pembongkaran bangunan tersebut.
(tya/bbp)










































