"Diduga bubur itu mengandung nitrit atau bahan pengawet. Bisa berasal dari kerupuk, kecap, atau sambal. Semua sedang diselidiki dengan mengambil sampel bubur," terang Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat dihubungi detikbandung via ponsel, Senin (16/4/2012).
Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengamanan di kantin tersebut pascakejadian yang mengakibatkan delapan orang keracunan. Pemilik kantin dan sejumlah karyawannya dimintai keterangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua lainnya Briptu Ryan dan Fahrudin hingga sore tadi menjalani pengobatan di RS Sartika Asih. Kondisinya tidak mengkhawatirkan," tutur Martin.
Keracunan bubur ayam itu terjadi Senin (16/4/2012), sekitar pukul 09.00 WIB, atau selepas apel di Mapolda Jabar. Delapan orang itu ada yang makan di kantin dan memesan ke ruangan. Satu jam kemudian, mereka muntah-muntah dan merasakan mual serta mules.
Delapan orang terdiri enam polisi yakni Kompol Daros (tugas di Krimum), Kompol Setia Widodo (Krimum), Iptu Sumardiana (Spripim), Briptu Ryan (Krimsus), Aipda Yosef (Krimsus), Aipda Agus (Krimsus). Sedangkan orang lainnya yakni Fahrudin (PNS Krimum), dan Ecin Kuraesin (PNS Samapta).
(bbp/bbp)











































