Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna menyebut polisi yang dipecat bukan karena dinilai tidak kredibel. Namun yang jelas, pemecatan dilakukan sebagai jalan akhir jika seorang polisi benar-benar dianggap tak layak lagi menjadi polisi.
"Selalu mereka yang dipecat adalah polisi yang sudah tidak layak jadi polisi ukurannya. Tidak ada polisi bodoh yang dipecat," kata Wakapolri saat ditemui di SMA Krida Nusantara, Jalan Desa Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jumat (13/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya karena polisi melanggar kode etik kepolisian. "Selalu (polisi yang dipecat) itu karena langgar kode etik, tidak layak moral kepribadiannya (sebagai polisi)," jelas Nanan.
Ia menyebut, ada beberapa kasus misalnya polisi jadi pengguna narkoba, bahkan melakukan tindak kejahatan. Untuk hal itu, jelas pemecatan adalah hukuman paling tegas dan yang bersangkutan tidak bisa jadi polisi lagi.
"Masak polisi menjadi pelaku (kejahatan), malah hukumannya jauh lebih berat. Jadi kita anggap dia sudah tidak mungkin jadi polisi," tandas Nanan.
Ia berharap, ke depan tidak ada lagi kasus pemecatan polisi karena melakukan pelanggaran. Selain itu, ia berharap polisi menempatkan diri sebagaimana mestinya yakni pelindung
dan pengayom masyarakat.
(ors/tya)











































