Polisi Jago Sulap Mampu Sembuhkan Pecandu Rokok

Polisi Jago Sulap Mampu Sembuhkan Pecandu Rokok

Tya Eka Yulianti - detikNews
Kamis, 12 Apr 2012 17:53 WIB
Polisi Jago Sulap Mampu Sembuhkan Pecandu Rokok
Bandung - Briptu Agus Wiratmoko kembali beraksi. Anggota Dalmas Polrestabes Bandung ini sukses membuat salah satu wartawan di Bandung berhenti dari kebiasaan buruknya merokok.

Agus membuktikannya di sela-sela tugas berjaga di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Tarsi Sutomo (28) seorang wartawan media cetak di Bandung yang menghisap rokok pun didekati Agus.

"Mau berhenti merokok enggak?" tanya Agus. Tarsi menjawab ingin berhenti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tarsi lalu diminta duduk di kursi yang berada di tangga di dekat ruang sidang utama. Kemudian diminta memejamkan mata. Tarsi disuruh membayangkan hal yang paling menjijikan dan paling tidak disukai.

Agus yang berdiri disampingnya terus menuturkan sejumlah kalimat-kalimat sugesti. Sesekali, Tarsi yang matanya terpejam, tiba-tiba hendak muntah saat Agus memberi arahan. Sejumlah orang menyaksikan aksi tersebut.

Sekitar 10 menit berlalu, Tarsi diminta membuka matan. Dua bungkus rokok di tasnya kemudian dikeluarkan. Tak disangka, Tarsi lalu menginjak bungus berisi rokok. Mimiknya menandakan jijik saat melihat rokok. Hasil Agus menyembuhkan pecandu rokok ini mengundang decak kagum penonton dadakan.

Agus mengatakan, aksinya tersebut dinamakan colapsing anchor. Teknik tersebut menurut Agus berbeda dengan hipnotis. Menurutnya, teknik itu bisa menghilangkan trauma atau phobia dalam waktu hitungan menit.

"Teknik ini lebih kuat dari hipnotis. Hanya 10 menit, bisa bikin orang yang sebelumnya punya ketakutan (phobia) atau trauma jadi sembuh. Untuk yang kecanduan rokok, bahkan kecandua narkoba bisa disembuhkan dengan tenik ini," tuturnya.

Agus berharap, kemampuannya menyembuhkan phobia atau trauma bisa berguna bagi masyarakat yang membutuhkan. Tertarik?

(tya/bbp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini