Tidak ada korban luka dan jiwa dalam peristiwa tersebut. Akibat aksi jarah pagi buta ini, minimarket 24 jam tersebut menderita kerugian sekitar Rp 12 juta.
Informasi dihimpun, saat itu kedua pelaku berusia sekitar 25-30 tahun masuk menggunakan helm. Suasana swalayan memang sedang sepi. Modus pelaku berpura-pura sebagai konsumen. Di dalam toko ada dua pekerja yakni Ramdani (20), dan Imam Herman (19).
"Pelaku menodongkan pisau kepada saya dan teman," ujar Imam yang baru kerja training tiga bulan saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menceritakan, selanjutnya para bandit meminta agar diantar ke tempat penyimpanan uang. Uang sekitar Rp 10 juta didalam satu brankas diambil pelaku. Imam dan Ramdani diikat tangannya menggunakan tali.
"Pelaku juga mengambil uang di dalam laci kaci sekitar 1 juta rupiah. Mereka juga mencuri rokok dan produk lainnya," tutur Eri.
Selanjutnya, setelah pelaku kabur, dua pekerja yang disekap itu berhasil meloloskan diri. Korban langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi terdekat.
"Saya pikir saat itu mereka (pelaku) konsumen," terang Imam.
Dua penjahat menyatroni swalayan itu sempat terekam CCTV. Mereka melancarkan aksi selama 15 menit dan begitu santai. Terlihat jelas pelaku datang menunggangi satu unit sepeda motor hitam.
Awalnya, seorang pelaku berkemeja putih dan berhelm merah masuk. Satu menit kemudian, salah satu pelaku lainnya yang berambut gondrong serta memaki jaket hitam ikut masuk. Serempak kedua pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menodongkannya ke arah dua pekerja tersebut.
Dari rekaman CCTV, pelaku menggiring pekerja ke sebuah gudang yang tersimpan satu brankas berisi uang Rp 10 juta. Diduga penjahat ini sudah mengenal situasi. Pelaku berambut gondrong tampak memaksa Ramdani yang mengetahui nomor sandi brankas segera membukanya. Pelaku lainnya mengancam Imam.
Usai duit di tangan pelaku, kedua pekerja itu tak melawan saat kedua tanganya sambil posisi berdiri diikat tali rafia. Kawanan rampok itupun langsung kabur sambil mengutil 15 bungkus rokok dan barang jualan lainnya. Kasus tersebut saat ini masih diselidiki Polsek Babakan Ciparay.
(bbp/bbp)











































