"Masyarakat perlu diberikan alternatif pilihan untuk protein hewani. Seperti kita tahu, saat ini marak ayam tiren, sapi gelonggong dan antraks. Kita tawarkan alternatif lain yang tak kalah baiknya yaitu daging kelinci," ujar Netty saat ditemui dalam acara Lomba Masak Daging Kelinci di Halaman RM Dago Panyawangan, Jalan Djuanda, Minggu (8/4/2012).
Ia menuturkan, sosialisasi daging kelinci perlu dilakukan agar masyarakat tidak menganggap aneh dan kasihan saat menyantap daging tersebut. "Ada beberapa macam jenis kelinci. Daging kelinci yang digunakan adalah jenis pedaging," katanya.
Daging kelinci diterangkan Netty memiliki keunggulan yaitu kandungan protein yang tinggi namun rendah kolesterol. Rasanya pun lezat seerti daging-daging lainnya.
Menurutnya, sosialisasi atau kampanye konsumsi daging kelinci merupakan bagian dari upaya diversifikasi pangan. Ia pun berharap jika diversifikasi pangan dilakukan dengan pemanfaatan potensi lokal, maka akan berdampak lebih luas.
"Ada banyak sumber makanan yang sebenarnya ada disekitar kita. Jika digarap, maka ini akan memiliki dampak ekonomi yang baik," tutur Netty. (/)











































