Pada September 2011, ia pernah memanjat tiang yang dipanjatnya kemarin. Namun apa yang dilakukan saat itu berbeda dengan kemarin. Tahun lalu, ia memanjat tiang tersebut untuk melakukan pengecekan jembatan yang merupakan proyek dari Dirjen Pekerjaan Umum.
"Dulu saya juga pernah manjat di sini, tapi hanya ngecek saja. Saya naik ke puncaknya, tapi enggak ke bagian pinggirnya," ucap mahasiswa Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal aksi keduanya, ia mengaku bersedia melakukannya setelah diminta PPK Satuan Kerja Preservasi dan Pembangunan Jalan Wilayah Bandung-Cileunyi-Jatinangor Indra Maha.
"Pak Indra minta bantuan. Mungkin karena saya pernah manjat di sini jadi diminta tolong, enggak masalah, saya bantu," jelas Freden.
Ia pun mengaku dapat kepuasan usai memanjat dan melepas pelat. Sebab selama ini ia sering memanjat tebing, namun kali ini ia memanjat di media yang berbeda dengan kesulitan berbeda. "Sensasi deg-degannya itu lebih kerasa," ungkapnya sambil melempar senyum.
Dalam melakukan aksinya, Freden sendiri dibantu rekannya yang sama-sama pecinta alam dari ITB yanni Fakhrur Rachman (23). Bersama Fakhrur, Freden dua kali memanjat Jembatan Pasupati. "Dulu waktu manjat yang pertama juga sama saya," ucap Fakhrur.
(orb/avi)










































