Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan merayakan Hari Nelayan ke-52 di Dermaga II Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Kamis (5/4/2012). Kegiatan ini dihadiri ribuan orang yang di antaranya Komunitas Nelayan dan Masayarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu.
Heryawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan keagaamaan, pagelaran adat, bakti sosila, serta hiburan masyarakat dalam rangka Hari Nelayan ke-52 Tahun 2012. Kegiatan kali ini menjadi momentum strategis untuk semakin meningkatkan rasa syukur serta memperkuat ikatan persaudaraan diantara Komunitas Nelayan serta Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu.
"Sehingga kedepan usaha perikanan tangkap di Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu dapat semakin produktif serta dapat mendorong tingkat kesejahteraan Komunitas Nelayan serta Masyarakat Pesisir. Ke depan dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik, sektor ini diharapkan menjadi penggerak perekonomian Nasional, khususnya di Jawa Barat," jelas Heryawan melalui rilis yang diterima detikbandung, Kamis (5/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wujud konkret rasa syukur yakni dengan cara mengelolanya dengan baik, menjaga kelestarian alam. Serta juga mewujudkan sektor kelautan dan perikanan sebagai prime mover (penggerak utama) roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," terang Heryawan.
Menurut Heryawan pembangunan sektor kelautan dan perikanan menjadi fokus perhatian Pemprov Jawa Barat. Terutama dengan memacu peningkatan produksi hasil kelautan dan perikanan tangkap, melalui program-program yang dapat menyerap tenaga kerja serta memberi nilai tambah.
Upaya memacu peningkatan produksi perikanan tangkap menjadi sangat penting. Meskipun produksi perikanan tangkap Jawa Barat pada 2011 sudah mencapai 194.344,41 ton atau melampaui dari target produksi sebesar 187.590 ton, kontribusinya terhadap total produksi perikanan Jawa Barat sekitar 21 persen dari total produksi sebesar 908.351,97 ton.
"Kapasitas armada perikanan tangkap yang minim dengan kemampuan hanya 5 Gross Tonage (GT) saja merupakan masalah yang harus segera ditangani. Disamping tingkat penguasaan dan implementasi teknologi yang belum memadai,” tuturnya.
Maka itu, Heryawan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, karena pada 2012 kembali mengalokasikan bantuan hibah kapal nelayan berkapasitas lebih dari 30 GT sebanyak 10 unit melalui Program INKA-MINA kepada nelayan Jawa Barat. Diharapkan dengan bantuan hibah kapal nelayan sebanyak 1 unit pada 2010 dan sebanyak 14 unit pada 2011, maka hingga saat ini Jawa Barat memiliki 25 unit kapal nelayan berkapasitas lebih dari 30 GT.
"Diharapkan jumlahnya bertambah mengingat nelayan Jawa Barat mencapai 88 ribu orang, termasuk 12.665 orang nelayan yang berada di Kabupaten Sukabumi. Tentu dengan dukungan armada yang memadai serta teknologi yang canggih akan mampu menggenjot produksi perikanan tangkap secara signifikan sebagaimana potensi yang tersedia. Sehingga pada gilirannya pendapatan para nelayan juga dapat semakin meningkat,tuturnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jabar meluncurkan sejumlah terobosan program strategis. Pada 2012 ini dialokasikan anggaran untuk kelautan dan perikanan, di antaranya Penyelesaian Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cisolok Sukabumi dan PPI Cikidang Ciamis. Lalu bantuan kapal perikanan 30 GT sebanyak 10 unit untuk seluruh Jawa Barat. Bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) kepada 170 kelompok nelayan untuk 170, termasuk 20 kelompok nelayan dari Kabupaten Sukabumi. Pembuatan kartu nelayan untuk 100.000 nelayan, termasuk 5.000 untuk nelayan di Sukabumi. Fasilitasi sertifikasi hak atas tanah nelayan sebanyak 1.600 bidang, termasuk 250 bidang untuk nelayan di Sukabumi. Serta fasilitasi penyediaan rumah ikan untuk lokasi di Pantura Jawa Barat.
(bbp/bbp)










































