"Tadi angin puting beliung berlangsung lima menit. Sebagian atap hancur. Sekarang kondisinya bolong," jelas Kepala Urusan Bidang Umum GOR Pajajaran, Heri Mulyadi, saat dihubungi wartawan via telepon.
Menurut Heri, angin begermuruh keras di sekitar GOR Pajajaran itu menyebabkan atap terangkat. "Ada sekitar 25 asbes yang hancur. Setelah angin puting beliung reda, tak lama kemudian disusul hujan besar," ucapnya.
Heri menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini petugas internal GOR Pajajaran sedang membersihkan sisa-sisa serpihan atap.
(bbp/bbp)











































