DPRD Kota Bandung menjadwalkan memanggil PMI Kota Bandung terkait naikknya harga darah. Pemanggilan itu untuk mempertayakan alasan kenapa labu harga darah mesti naik.
PMI Kota Bandung memberlakukan tarif baru penjualan labu darah yang semula Rp 200 ribu menjadi Rp 250 ribu. Itu dihitung per labu. Kenaikan itu sudah dimulai sejak 1 April 2012 lalu.
"Pokoknya kami akan memanggil PMI Kota Bandung. Ya itu tadi, untuk mempertanyakan kenapa darah naik. Kami ingin alasan yang kongkret," ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha saat dihubungi detikbandung via ponsel, Selasa (3/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami secepatnya memanggil PMI dalam waktu dekat ini. Paling minggu sekarang," ucapnya.
Lebih lanjut Achmad menuturkan, kenaikan darah ini bakal terasa berat bagi masyarakat menengah bawah. Sepengetahuan Achmad, di daerah lain harga labuh darah di bawah Rp 200 ribu.
"Kasihan masyarakat. Sekarang 'kan yang membutuhkan darah itu kebanyakan masyarakat menengah bawah," tutup Achmad.
Juru Bicara PMI Kota Bandung Kristin Munandar enggan berspekulasi alasan kenaikan labu darah. "Nanti saja penjelasaannya. Ada yang berwenang untuk menyampakainnya hari ini," kata Kristin saat dihubungi detikbandung via ponsel.
(bbp/avi)










































