Massa sebelumnya menggelar aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Setelah itu berjalan ke arah Jalan Pasupati. Pemblokiran singkat itu tepatnya di atas Jalan Ir.H Djuanda. Kendaraan dari arah Gasibu menuju Pasteur yang melewati fly over pun tak bisa bergerak. Antrean panjang terlihat sejauh 500 meter.
Puluhan aparat kepolisian mengawal aksi tersebut sempat kewalan. Sejak massa melangkah kaki ke melintas di jembatan layang, kendaraan roda dua dan empat mengurangi kecepatannya. Massa berjalan menghabisi setengah badan jalan raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar perintah Andri, pedemo langsung membuat barikade dan menghadang kendaraan. "Tolak, tolak, tolak BBM," teriak massa.
Polisi pun terlihat ketar-ketir melihat kondisi tersebut. Bahkan seorang polisi meminta Andri untuk memerintahkan massa menuntaskan pemblokiran.
Selama satu menit aksi penutupan jalan itu berlangsung. "Sudah kawan-kawan. Terima kasih," lantang Andri.
Massa yang membawa bendera Gema Keadilan itu mengakhiri kegiatannya dan menepi memberi jalan kepada pengendara. Mereka lalu besorak serentak. "Terima kasih, terima kasih Pa Polisi," teriak mereka berulang kali.
Arus lalu lintas kembali normal. Suasana kembali tertib dan aman.
(bbn/tya)










































