Saat korlap aksi Achmad Fachrie berorasi, tiba-tiba terdengar seorang wanita menangis sambil berteriak. "Kembalikan bupati kami. Kembalikan bupati kami," isaknya.
Wanita berusia sekitar 45 tahun yang mengenakan kaos panjang hitam dengan ikat 'LSM Penjara' di lengan kirinya itu pun terus menangis. Sedikitnya ada 5 demonstran yang terlihat ikut menangis saat wanita berambut pendek tersebut menangis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korlap LSM Penjara Achmad Fachrie mengatakan, di Subang ada banyak warga yang mencintai Eep.
"Kalau tidak kami tahan, lima ribu warga Subang bisa datang kesini. Kami ini membela Eep karena kami tahu Eep itu orang baik dan tidak bersalah," kata Fachrie.
Ia menyebut, ada 649 pejabat dan aparat yang mengaku terlibat dengan pelaksanaan BP PBB hingga membuat Eep dimeja hijaukan lalu kini divonis bersalah. "Kalau Eep dipenjara, berarti ada 649 orang yang telah mengaku itu seharusnya diproses juga. Mereka sudah mengaku, berarti seharusnya tidak dipersulit," katanya.
Sekitar 15 orang perwakilan massa kemudian diterima oleh Asisten Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati Jabar. Sementara massa lainnya menunggu di luar gerbang. Mereka pun mendengarkan rekaman orasi Eep yang berisi tentang kondisi hukum di Indonesia. Jalan LRE Martadinata yang sebelumnya ditutup pun mulai dibuka pukul 14.00 WIB.
(tya/bbn)











































