Dalam aksinya, sekitar 30 orang massa HMI juga menyuarakan penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka menyebut kenaikan harga BBM akan berdampak pada segala bidang.
"Kenaikan BBM akan membuat rakyat susah makin susah," teriak salah seorang perwakilan massa dalam orasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama berselang, sekitar pukul 12.15 WIB, massa dari Hima Ilmu Hukum Universitas Gunung Djati Bandung juga datang ke lokasi menyuarakan hal yang sama. Sekitar 30 orang ikut dalam aksi tersebut.
Massa membawa satu spanduk putih bertuliskan 'BBM Naik, SBY-Boediono Turun'. Mereka lalu menyanyikan lagu Halo-halo Bandung bersama-sama.
"Lagu ini sebagai bentuk kepedulian kita," teriak perwakilan massa dalam orasinya. Usai menyanyi, massa giliran berorasi.
"Telah mati pemimpin, penegak hukum, polisi, hati nurani negeri ini. Kenapa rakyat turun ke jalan untuk melawan rezim SBY-Boediono yang sudah sengsarakan rakyat. Mereka menolak rencana kenaikan BBM," tegas orator lainnya.
Sementara di sekitar Jalan Diponegoro, massa dari organisasi lain yang sebelumnya beraksi masih bertahan sebagian.
(ors/avi)










































