Massa datang sekitar pukul 11.30 WIB dengan berjalan kaki. Tiba di depan pom bensin milik Malaysia ini, mereka kemudian menggelar aksi teatrikal.
Aksi teatrikal tersebut mempertontonkan kekejaman rezim SBY-Boediono yang dilakoni oleh seorang pria bertopeng SBY berpakaian jas hitam dan kemeja putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga membawa poster yang berisi protes terhadap pemerintah. Salah satunya bertuliskan 'BBM naik, rakyat tercekik'.
"Dampak dari rencana tersebut telah memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan rencana kenaikan ongkos transportasi. Bahkan biaya kuliah atau sekolah anak-anak atau saudara kita," ujar Koordinator Lapangan Yuda Maulana kepada wartawan.
Mereka juga menyebut, pemberian Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tidak menyelesaikan masalah dan hanya membodohi masyarakat. Mereka pun memberikan solusi atas menurunnya Defisit APBN dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
"Kami meminta pemerintah mencabut UU Migas No 22 tahun 2011 dan Perpres 15 tahun 2012 tentang Nasionalisasi Perusahaan Tambang Asing sekarang juga. Hapus hutang luar negeri dan hutang BLBI. Serta potong gaji dan fasilitas pejabat yang membebani APBN," tegas Yuda.
Aksi ini dijaga oleh belasan polisi dan sekitar 4 orang TNI yang berjaga di dalam area pom bensin. Massa membubarkan diri sekitar pukul 11.55 WIB.
(avi/tya)










































