Pelaku berjumlah empat orang itu sempat menyekap dua penghuni rumah, Jaji dan Teten. Salah satu pelaku mengikat kedua pria dewasa tersebut memakai tali. Tidak ada korban jiwa dan luka terkait aksi perampokan tergolong berani di siang bolong ini.
Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Bobby Arya membenarkan perampokan yang terjadi di rumah milik Hendrik (32). Saat kejadian Hendrik tidak berada di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran tidak curiga mengingat para sosok para tamu bermobil, Jaji dan Teten mempersilakan mereka masuk sambil membuka pintu garasi. Namun setiba di halaman rumah bercat tembok hijau muda ini, para pelaku memiliki kesempatan beraksi. Berdasarkan pengakuan korban, salah satu pelaku menodongkan senpi.
"Usai mengikat kedua orang itu, pelaku leluasa masuk ke dalam rumah. Pelaku berjumlah empat orang mencuri sebuah brankas ukuran kecil yang berisi perhiasan dan sejumlah uang tunai. Brankas itu tersimpan di kamar pemilik rumah. Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar 500 juta rupiah," terang Bobby.
Jaji dan Teten berhasil melepaskan ikatan setelah para pelaku kabur. Keduanya yang disekap di kamar mandi, langsung bergegas meminta pertolongan dan melapor kepada polisi.
Bobby menjelaskan, hingga pukul 17.00 WIB tadi, pemilik rumah belum membuat laporan resmi kepada polisi. Pihak kepolisian hingga kini belum bisa memastikan senpi yang dibawa pelaku itu asli atau mainan. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Dua penghuni rumah mewah sudah dimintai keterangan sebagai saksi.
(bbn/tya)










































