Tolak Kenaikan BBM, Massa HMI Makan Bareng di Gedung Sate

Tolak Kenaikan BBM, Massa HMI Makan Bareng di Gedung Sate

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2012 16:47 WIB
 Tolak Kenaikan BBM, Massa HMI Makan Bareng di Gedung Sate
Bandung - Lagi-lagi massa gelar aksi tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kali ini massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kota Bandung yang menggelar aksi. Dalam aksinya, sekitar 30 orang menggelar makan bareng di halaman Gedung Sate.

Tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB. Massa bergiliran orasi di depan rekan-rekannya. Satu spanduk bertuliskan 'Tolak Kenaikan BBM. Turunkan SBY' dibawa dalam aksi.

Setelah beberapa perwakilan berorasi, dua mahasiswa membawa dua daun pisang dan menyimpannya di halaman Gedung Sate. Dua bungkus nasi plus lauk-pauknya dikeluarkan dan disimpan di daun pisang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka kemudian gelar aksi makan bareng sebagai simbol penolakan rencana kenaikan BBM. "Mari kita berkenyang-kenyangan hari ini sebagai persiapan untuk 1 April. Mulai 1 April kita akan berlapar-laparan," teriak perwakilan massa dalam orasinya.

Selain makan bareng, massa juga sempat memaksa polisi yang berjaga di lokasi untuk ikut makan. Bahkan, massa membawa daun pisang berisi nasi dan lauk-pauk ke hadapan polisi yang berjaga di gerbang halaman Gedung Sate.

Polisi ogah memakan nasi tersebut. Namun mahasiswa berkali-kali memaksa polisi memakannya. Bahkan mereka berusaha menyuapi polisi. "Makan saja sama kalian, sayang nasinya," ucap salah seorang polisi menolak permintaan mahasiswa dengan halus.

Karena polisi menolak makan, massa mengumpat dan menyindir polisi. "Polisinya gengsian. Polisi lebih suka makan di restoran mahal," teriak massa.

Massa berkali-kali menyindir polisi yang ogah makan. Selain itu, massa juga menyuarakan aksinya menolak kenaikan harga BBM.

"Kami di sini bukan cari perhatian. Tapi menunjukkan bahwa mahasiswa konsisten menolak kenaikan BBM. Kami akan terus menolak," tegas orator lainnya.

Massa saat ini telah membubarkan diri.

(ors/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini