Tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB. Massa bergiliran orasi di depan rekan-rekannya. Satu spanduk bertuliskan 'Tolak Kenaikan BBM. Turunkan SBY' dibawa dalam aksi.
Setelah beberapa perwakilan berorasi, dua mahasiswa membawa dua daun pisang dan menyimpannya di halaman Gedung Sate. Dua bungkus nasi plus lauk-pauknya dikeluarkan dan disimpan di daun pisang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain makan bareng, massa juga sempat memaksa polisi yang berjaga di lokasi untuk ikut makan. Bahkan, massa membawa daun pisang berisi nasi dan lauk-pauk ke hadapan polisi yang berjaga di gerbang halaman Gedung Sate.
Polisi ogah memakan nasi tersebut. Namun mahasiswa berkali-kali memaksa polisi memakannya. Bahkan mereka berusaha menyuapi polisi. "Makan saja sama kalian, sayang nasinya," ucap salah seorang polisi menolak permintaan mahasiswa dengan halus.
Karena polisi menolak makan, massa mengumpat dan menyindir polisi. "Polisinya gengsian. Polisi lebih suka makan di restoran mahal," teriak massa.
Massa berkali-kali menyindir polisi yang ogah makan. Selain itu, massa juga menyuarakan aksinya menolak kenaikan harga BBM.
"Kami di sini bukan cari perhatian. Tapi menunjukkan bahwa mahasiswa konsisten menolak kenaikan BBM. Kami akan terus menolak," tegas orator lainnya.
Massa saat ini telah membubarkan diri.
(ors/tya)










































