Tomcat Serang 7 Penghuni Panti Asuhan di Rancaekek

Tomcat Serang 7 Penghuni Panti Asuhan di Rancaekek

- detikNews
Senin, 26 Mar 2012 20:12 WIB
Tomcat Serang 7 Penghuni Panti Asuhan di Rancaekek
Bandung - Tomcat merambah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tercatat tujuh orang penghuni Panti Asuhan Al Falah di Kampung Talun, Desa Jelekong, Kecamatan Rancaekek, terkena serangan racun serangga berbadan belang merah hitam itu.

"Kejadiannya lima hari lalu. Ada tujuh orang yang kena Tomcat termasuk saya," jelas pengelola Panti Asuhan Al Falah, Wahyudi Santoso (36), saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Senin (26/3/2012).

Wahyudi mengatakan korban Tomcat itu di antaranya empat anak penghuni panti asuhan yakni Karsan (4), Ahmad (7), Dani (12), Ikbal (15). Serta lainnya yakni Muhidin (42) bagian umum, dan Enok (44) bagian dapur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang semuanya sudah sembuh. Luka dan bintik-bintiknya tidak parah. Tapi hingga kini rasa gatal dan panasnya belum hilang. Saya dan enam yang kena Tomcat sudah diobati dengan menggunakan salep dari bantuan tim kesehatan desa setempat," katanya.

Racun Tomcat ini menyebabkan tujuh orang tersebut mengalami luka di bagian badan, pinggang, kening, dan kaki. Ia menduga Tomcat sengaja tak tersentuh oleh empat anak tersebut saat sedang tertidur. "Kalau saya waktu tidak sengaja menginjak Tomcat. Jadikaki ini yang terkena racun," ungkap Wahyudi.

Ia menjelaskan, sejak lima hari lalu puluhan Tomcat ditemukan di area bangunan panti asuhan tersebut. Tomcat menempel dan merayap di tembok serta sekitar lampu. Namun dia tak mengetahui apakah Tomcat mewabah di sekitar desa tempat tinggalnya itu.

Panti asuhan yang dihuni 31 anak yatim dan yatim piatu itu berada di dekat persawahan. Dipastikan Tomcat itu berasal dari sawah, lantaran habitat serangga ini berada di sawah yang menjadi musuh hama wereng. Saat itu, Wahyudi memusnahkan serangga itu dengan cara menyemprotkan cairan air garam. Hingga kini, lanjut ia, tidak terlihat Tomcat di area panti asuhan.


(bbn/bbn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini