Poster berukuran sekitar 2x1 meter memperlihatkan foto Dedy saat dibawa petugas usai membacok Sistoyo. Di poster itu tertulis 'Aksi Bacok Jaksa Korup. Saatnya Rakyat Bersikap dan Bertindak'. Mereka juga membawa beberapa spanduk, di antaranya bertuliskan 'Menegakan Keadilan dan Kebenaran Rakyat Indonesia UUD 1945'.
"Kami menyatakan empat sikap. Pertama turunkan harga BBM, kedua jangan dinaikkan harga BBM, ketiga tolak rencana kenaikan harga BBM, keempat tolak lagi rencana kenaikan harga BBM," ujar salah seorang perwakilan GAIB dalam orasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara massa SBSI yang menggelar aksi tak jauh dari massa GAIB, menggulingkan sepeda motor di jalanan. Sepeda motor tersebut disimpan di jalan dengan posisi tergeletak.
Di samping motor, massa memperlihatkan spanduk bertuliskan empat sikap. Keempat sikap itu masing-masing hapuskan outsourching, bubarkan PHI, stop union busting dan upah layak nasional.
Ada juga spanduk bertuliskan 'Gerakan Aksi Nasional SBSI. Tolak Kenaikan Harga BBM+TDL. Pemerintah SBY-Boediono Gagal'.
"Kami jelas menolak kenaikan BBM, makanya kami melakukan aksi ini. Dan kami akan terus melakukan aksi sampai 31 Maret," tegas Ajat Sudrajat, koordinator aksi massa SBSI.
Sementara akibat aksi tersebut, Jalan Diponegoro dari pertigaan Jalan Sentot Alibasya hingga Jalan Cilamaya diblokir. Kendaraan pun terpaksa dialihkan ke jalan lain.
Pukul 11.30 WIB, massa dari SBSI membubarkan diri dan berencana melakukan konvoi ke beberapa tempat di Bandung untuk menyuarakan penolakan rencana kenaikan BBM. Tak berapa lama massa GAIB juga membubarkan diri.
(ors/tya)










































