HN selama ini mengantongi kartu tanda penduduk (KTP) yang berdomisili di Kampung Jalancagak, Desa Sukamulya, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jabar. Usai kejadian di Bali, sejumlah polisi mendatangi Anton untuk menanyakan timpat tinggal HN.
"Warga sudah siap menghadang dan menolak jenazah HN dimakamkan di daerah sini. Saya sebagai pimpinan desa mengikuti aspirasi warga. Kemarin warga datang ke kantor desa untuk menyampaikan penolakan itu," jelas Kepala Desa Sukamulya Anton Hilman saat dihubungi detikbandung via ponsel, Kamis (22/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah sejak 2009 lalu HN dan istrinya berinisial AH tidak tinggal di daerah tersebut. Kabar terakhir, HN mengontrak rumah di Cimindi (Kota Cimahi) dan Buahbatu (Kota Bandung). Soal kabar posisi istrinya pun Anton tak tahu persis.
"Informasinya istri HN sudah ke Mabes Polri untuk uji tes DNA," ucap Anton.
5 terduga yang tewas ditembak di Bali pada Minggu (18/3/2012), yakni HN (32) asal Bandung yang merupakan buron perampokan CIMB Medan, AG (30) warga Jimbaran. Keduanya disergap di kawasan Gunung Soputan sementara 3 Orang lainnya yakni UH alias Kapten, Dd (27) asal Bandung, dan M alias Abu Hanif (30) asal Makasar mereka disergap di kawasan Jl Danau Poso.
"Ya HN pimpinannya. Dia rekrut di Bali dan selain di Bali. Mereka sudah persiapkan lama. Ada yang di Bali sudah dipersiapkan awal untuk aksinya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2012).
(bbn/bbn)











































