"Saya dan warga mengenal HN sosok yang baik dan rajin ibadah. Ia mengaku bekerja sebagai driver di salah satu perusahaan travel ternama. Tapi saat ini sudah mengudurkan diri. Saya dapat informasi, HN kemudian pindah kerja ke Bali," kata Kepala Desa Sukamulya Anton Hilman saat dihubungi detikbandung via ponsel, Kamis (22/3/2012).
Anton menambahkan, HN merupakan warga pendatang di Kampung Jalancagak, Desa Sukamulya, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Ia menikahi janda dua anak berinisial AH. Mereka dikaruniai satu anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tinggal di kampung tersebut, warga tidak menaruh curiga terhadap HN. Apalagi berpikiran HN sebagai teroris. "Namun dua tahun lalu pernah datang lagi. Memang ada perbedaan penampilan. Kalau dulu fisiknya biasa, saat datang itu dia berjenggot panjang," ungkap Anton yang rumahnya berjarak 600 meter dari kediaman HN.
Anton dan warga sekitar tidak mengetahui aktivitas HN sebenaranya. Kakak dari istri HN pun tidak kenal persis pekerjaan pria yang ditembak mati di Bali beberepa waktu lalu.
Polisi melakukan penyergapan pada Minggu (18/3/2012) malam pukul 20.30 wita, di Bali. Penyergapan dilakukan di dua tempat di kawasan Jl Gunung Soputan dan di Jl Danau Poso. 5 Pelaku yang tewas yakni HN (32) asal Bandung yang merupakan buron perampokan CIMB Medan, AG (30) warga Jimbaran. Keduanya disergap di kawasan Gunung Soputan sementara 3 Orang lainnya yakni UH alias Kapten, Dd (27) asal Bandung, dan M alias Abu Hanif (30) asal Makasar mereka disergap di kawasan Jl Danau Poso.
(bbn/bbn)










































