"Kami meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan fogging nyamuk dewasa pada lokasi tertentu. Hal ini dilakukan setelah diketahui ada sumber jentik," jelas Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara saat dihubungi wartawan, Rabu (21/3/2012).
Tim Dinkes Kota Bandung, kata Ahyani, sejak semalam atau Selasa (20/3/2012) sudah mengecek ke beberapa RW di Keluarahan Sadang Serang yang sejumlah warganya diduga terserang chikungunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Ahyani menerangkan, warga Kota Bandung diimbau meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika mengalami gejala panas serta linu di bagian tubuh.
Virus chikungunya ini, kata dia, disebarkan lewat nyamuk. Sepanjang tahun kasus chikungunya rutin terjadi. Namun penyakit semacam ini bisa sembuh sendiri. "Bila musim pancaroba, kesempatan nyamuk berkembang biak menjadi lebih tinggi," tutup Ahyani.
Lebih dari 100 warga Kampung Karang Asih RW 13 Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, diduga terjangkit chikungunya. Dari 7 RT di RW 13, warga yang terjangkit chikungunya tersebar di RT 1 hingga 5. Mereka mengeluh demam disertai linu pada tubuh dan anggota tubuh sulit bergerak.
Penyebab penyakit chikungunya adalah sejenis alphavirus yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti. Gejala penyakit tersebut di antaranya demam hingga 39 derajat celcius, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.
(bbp/bbp)










































