"Ada sekitar 40 KK atau 100 orang yang terkena penyakit ini," ujar Sekretaris PKK Kelurahan Sadang Serang Euis Marliah saat ditemui di rumahnya, Selasa (20/3/2012).
Dijelaskannya, gejala yang dialami warga mirip dengan penderita chikungunya yakni demam, pegal-pegal, dan bintik kemerahan pada kulit. Euis sendiri mengalami gejala tersebut pada awal Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Euis, sekitar 10 orang yang berada di rumahnya dan tetangganya juga mengalami gejala serupa, tak lama setelah ia mengalami gejala itu. "Jaraknya enggak lama. Setelah saya sakit, yang lain juga sakit," katanya.
Karena masih merasa sakit, Euis pun tak bisa melakukan pendataan siapa saja yang merasakan sakit serupa di wilayahnya. Sehingga ia tidak tahu persis berapa jumlah warga sekitar yang mengalami gejala serupa.
"Memang belum ada data pasti karena saya juga belum melakukan pendataan. Jumlah itu berdasarkan informasi yang masuk ke saya. Ada juga beberapa warga yang ketemu waktu berobat di puskesmas, gejalanya sama," jelasnya.
Dadan (26), warga RT 1 RW 13, juga mengalami gejala serupa. Sejak Kamis (16/3/2012), ia mengalami demam disertai pegal-pegal dan bintik kemerahan di kulitnya. Tiga hari ia tidak bisa beraktivitas.
"Baru kemarin sama hari ini saya kerja lagi. Sebelumnya enggak bisa ngapa-ngapain. Mau bangun dari tempat tidur juga susah, badan pgal-pegal," tuturnya.
Informasi yang dihimpun detikbandung, penyebab penyakit chikungunya adalah sejenis alphavirus yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti. Gejala penyakit tersebut di antaranya demam hingga 39 derajat celcius, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.
(orb/ern)











































