Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Blokir Jalan Pasteur

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Blokir Jalan Pasteur

- detikNews
Selasa, 20 Mar 2012 13:16 WIB
Bandung - Sekitar 50 mahasiswa dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di perempatan Pasteur, tepatnya di mulut Jalan Surya Sumantri, Selasa (20/3/2012). Mereka berasal dari 4 organisasi mahasiswa, yaitu dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Cirebon.

Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas menuju Jalan Surya Sumantri dari gerbang Tol Pasteur, Jalan Gunung Batu maupun Jalan Dr Djundjunan tak bisa melintas. Sebelumnya massa datang dengan berjalan kaki dari arah Jalan Dr Djundjunan dan menutup setengah badan jalan.

Mereka membawa bendera merah putih dan bendera organisasi, serta membentangkan spanduk dan poster penolakan kenaikan BBM. Ditengah-tengah perempatan mereka pun sempat berhenti dan menggelar orasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Turun-turun, turun sekarang. Turun SBY sekarang juga," sorak mahasiswa menghalangi kendaraan.

Sementara polisi terlihat tak berkutik melihat aksi yang dilakukan mahasiswa. Mereka pun meminta mahasiswa segera menyelesaikan aksinya. Pengendara pun hanya melihat aksi tersebut. Namun tak sedikit yang membunyikan klakson.

Kemudian massa pun bergerak ke arah Jalan Surya Sumantri dan melanjutkan aksi di mulut Jalan Surya Sumantri."Kami menilai kebijakan yang dilakukan SBY sangat tidak pro rakyat. Kami tidak tidak akan berhenti aksi hingga SBY turun," kata koorlap aksi Rendra wibawa saat ditemui disela aksi.

Ia mengatakan aksi ini dilakukan di Pasteur karena kawasan tersebut dinilai strategis dan banyak masyarakat yang melintas. "Kami ingin menggugah teman-teman mahasiswa lain dan masyarakat agar sadar. Kami kan biasa demo di Gedung Sate. Kami memilih metode aksi lain," katanya.

Dalam aksi ini, mahasiswa pun sempat membakar topeng wajah SBY yang sebelumnya dikenakan oleh salah seorang demonstran.

Aksi ini hanya berlangsung selama setengah jam dan dijaga oleh sekitar 100 orang polisi. Setelah itu mereka melanjutkan aksi ke Cikapayang dengan berjalan kaki sambil yel-yel dan orasi.Arus lalu lintas sempat terganggu selama setengah jam namun sejak pukul 12.30 WIB arus lalin lancar kembali.

(/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads