Organisasi masyarakat (ormas) se-Jabar nyatakan perang terhadap terorisme, radikalisme dan separatisme. Komitmen itu disuarakan dalam apel besar sekaligus pernyataan sikap oleh Forum Ormas Jabar di Lapangan Gasibu, Sabtu (17/3/2012).
Dalam acara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan jadi inspektur upacara. Sementara Koordinator Forum Ormas Jabar membacakan pernyataan sikap di hadapan lebih dari 800 orang anggota forum yang berasal dari berbagai ormas.
Ada empat sikap yang disuarakan. Intinya, ormas se-Jabar siap menolak terorisme, radikalisme dan separatisme di Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Forum juga menyatakan senantiasa berkoordinasi dan lapor ke dinas atau instansi terkait jika ada indikasi terjadi radikalisme, terorisme dan separatisme.
Sementara itu Heryawan mengapresiasi apa yang dilakukan forum ormas hari ini. Menurutnya itu sebagai perwujudan kepedulian elemen masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
"Kita sepakat menolak segala bentuk terorisme, radikalisme dan separatisme yang merongrong kondusifitas negara karena merupakan kejahatan kemanusiaan," tegas Heryawan.
Dengan deklarasi pernyataan sikap itu, ia berharap Jabar benar-benar kondusif. Bahkan Jabar diyakini akan jadi provinsi teraman dan terdamai di Indonesia.
"Insya Allah dengan tekad bersama, kita akan wujudkan Jabar sebagai provinsi paling aman dan damai di Indonesia," tuturnya.
Sementara usai pelaksanaan apel, acara dilanjutkan dengan penandatanganan bersama di atas kain sepanjang 1.000 meter. Penandatanganan yang diawali Heryawan kemudian anggota ormas dilakukan sebagai komitmen bersama untuk menolak terorisme, radikalisme dan separatisme.
(orb/ern)











































